Pendidikan Biologi Kelas VII | Kelainan Sistem Peredaran Darah (Darah Tinggi dan Darah Rendah)

Materi Biologi Kelas XII Darah Tinggi dan Darah Rendah

0

image source from blog.ruangguru.com

Darah tinggi dan darah rendah adalah kelainan yang terjadi di pembuluh darah kita. Dua kelainan ini membahayakan dan bisa terjadi tergantung kondisi kesehatan masing-masing.

Apakah kalian sudah tahu apa itu pembuluh darah? Tugas pembuluh darah cukup berat ya, karena pekerjaannya nonstop menyalurkan darah dari jantung ke seluruh tubuh sepanjang hidup kita. Saking nonstopnya, terkadang pembuluh darah bisa rawan terjadi kelai an, seperti kelainan darah tinggi dan darah rendah.

Darah Tinggi (Hipertensi) dan Darah Rendah (Hipotensi) sama-sama berisiko menyebabkan komplikasi penyakit dalam jangka panjang. Hal ini pun dapat memberikan pengaruh buruk pada organ tubuh. Pada pengidap hipertensi, jenis komplikasi yang sering terjadi adalah kerusakan pada pembuluh darah.

Untuk mengetahui penjelasanya kita simak sama-sama ya.

1. Darah Tinggi atau Hipertensi

Darah tinggi atau hipertensi adalah tekanan darah yang cukup tinggi di pembuluh darah arteri. Tekanan yang dimaksud adalah kekuatan aliran darah yang mengalir di pembuluh darah. Tekanannya harus diperhatikan, karena kalau terlalu tinggi bisa merembet ke organ-organ penting lainnya seperti jantung dan otak. Bahkan ada satu julukan yang dipakai untuk kelainan ini, yaitu “silent killer”.  Arti dari julukan ini adalah pembunuh diam-diam. Hipertensi bisa menjadi silent killer, karena nantinya akan berkembang menjadi beberapa penyakit mematikan seperti serangan jantung dan stroke.

hipertensi menyerang ke salah satu pembuluh darah yang punya peran paling penting, yaitu arteri. Fungsinya arteri adalah menyebarkan darah berisi oksigen dan nutrisi yang dipompa dari jantung ke seluruh tubuh. Dinding arteri ini sifatnya lebih elastis dibandingkan pembuluh darah lainnya. Jadi kalau tekanan darahnya semakin tinggi, dinding akan semakin melebar/meregang. Semakin dinding arteri melebar, maka semakin rawan pula terbentuk plak (tumpukan lemak) di sekitar dinding tersebut yang bisa menyumbat aliran darah. Hal ini bikin sirkulasi darah tersumbat dan nggak bisa berfungsi semestinya karena jalurnya terhalang. Penyumbatan oleh plak ini biasa dikenal dengan serangan jantung.

Hampir mirip dengan serangan jantung, stroke terjadi juga karena tersumbatnya dan terhalangnya pembuluh darah, tapi lokasinya di otak. Penyumbatan ini lah yang menyebabkan tekanan darah semakin tinggi. Semakin tinggi tekanannya, maka semakin sedikit darah yang bisa mengalir ke otak. Kalau sudah parah banget, penyumbatannya bisa bikin pembuluh darahnya pecah. Akhirnya terjadi pendarahan di otak dan sel otak bisa mati. Sebenarnya penyebab stroke itu ada banyak, tapi salah satu penyebab yang paling umum adalah hipertensi.

caranya agar kita tahu apakah kita punya hipertensi atau tidak adalah dengan mengecek tekanan darah kita. Tekanan darah bisa dicek dengan alat yang namanya tensimeter. Alat ini fungsinya mengukur seberapa kuat jantung memompa darah dari jantung ke seluruh tubuh kita. Saat mengecek tensi, akan muncul angka yang menunjukkan berapa tekanan darah kita. Tekanan darah yang normal adalah 90/60 mmHg sampai 120/80 mmHg.

image source from blog.ruangguru.com

Beberapa cara yang bisa diterapkan untuk menjaga tekanan darah tetap normal adalah dengan menjaga berat badan tetap ideal, pasalnya memiliki berat badan berlebih atau obesitas telah terbukti bisa memicu berbagai penyakit.

Selain itu, menerapkan pola makan sehat dan seimbang serta istirahat yang cukup juga harus dilakukan. Rutin memeriksa tekanan darah, dan kesehatan tubuh pun bisa membantu mencegah serangan akibat darah rendah maupun darah tinggi.

2. Darah Rendah atau Hipotensi

 

Darah Rendah (Hipotensi) adalah kondisi tekanan darah yang dihasilkan saat jantung memompa darah ke seluruh arteri darah dalam tubuh berada di bawah batas tekanan normal. Saat darah mengalir melalui arteri, darah memberikan tekanan pada dinding arteri.

Tekanan itulah yang dinilai sebagai ukuran kekuatan aliran darah atau disebut dengan tekanan darah. Jika tekanan darah di dalam arteri lebih rendah dibandingkan normal, biasanya disebut dengan tekanan darah rendah atau hipotensi. Ini juga berarti menandakan bahwa jantung, otak, dan bagian lain dari tubuh tidak mendapatkan cukup darah.

Kebalikannya dari hipertensi adalah hipotensi, yaitu penurunan tekanan darah yang drastis. Dikatakan hipotensi jika tekanan darahnya di bawah normal yaitu kurang dari 90/60 mmHg. Yang terjadi saat hipotensi adalah berkurangnya volume darah yang seharusnya bersirkulasi di pembuluh darah. Padahal, darah yang dipompa dari jantung itu mengandung oksigen dan nutrisi yang kaya. Darah tersebut mengalir ke otak, ginjal, dan organ penting dalam tubuh lainnya.

image source from blog.ruangguru.com

Perubahan gaya hidup sehat merupakan langkah penting pertama untuk menurunkan tekanan darah. Ahli kesehatan saat ini menyarankan bahwa kita semua harus:

  • Olahraga minimal 30 menit sehari
  • Menjaga berat badan agar tetap ideal
  • Mengurangi konsumsi sodium (garam)
  • Meningkatkan asupan kalium
  • Batasi konsumsi alkohol tidak lebih dari satu atau dua gelas sehari
  • Mengonsumsi makanan yang kaya buah-buahan, sayuran, dan produk susu rendah lemak sambil mengurangi asupan lemak total dan lemak jenuh
  • Berhenti merokok

Ubah pola dan gaya hidup untuk jaga tekanan darah agar normal

Di sisi lain, gejala hipertensi dan hipotensi tak melulu harus ditangani dengan obat-obatan medis. Di samping konsumsi obat-obatan, perubahan gaya hidup positif seperti diet seimbang dan rendah garam, olahraga, tidak merokok dan tidak minum alkohol, dan manajemen berat badan dapat banyak membantu menurunkan tekanan darah agar tekanan darah normal selalu.

Pengobatan alami seperti bernapas lewat perut, relaksasi otot, dan lain-lain dapat membantu menghilangkan stres penyebab tekanan darah tidak normal. Terlebih, stres emosional memengaruhi tekanan darah Anda. Jadi belajarlah untuk memilah-milih prioritas hidup dan menjauhi diri dari pemicu stres sebagai upaya dampingan yang sama penting untuk mengelola tekanan darah Anda.

Semoga bermanfaat.

Leave A Reply

Your email address will not be published.