Pendidikan Biologi Kelas XI | Mempelajari Proses Ekskresi Pada Belalang dan Cacing

Pendidikan Biologi Kelas XI | Mempelajari Proses Ekskresi Pada Belalang dan Cacing

0

Apakah kalian tau hewan juga mengeluarkan air seni atau urin?? ternyata hewan juga bisa mengeluarkan air seni atau urin. Pernahkah terfikirkan kenapa urin harus dikeluarkan dari tubuh?? air seni atau urin harus dikeluarkan dari tubuh karena zat tersebut merupakan zat sisa metabolisme yang sudah tidak berguna lagi bagi tubuh. Proses pengeluaran zat sisa metabolisme, seperti urea, CO2, dan ion Na+ dinamakan sistem ekskresi.

sistem ekskresi hewan invertebrata itu berbeda dengan vertebrata. hewan vertebrata memiliki organ ekskresi yang banyak. Kalau pada mamalia ada paru-paru, kulit, ginjal, dan hati, sedangkan pada pisces organ ekskresinya berupa insang dan kulit, begitu juga vertebrata lainnya. Rata-rata vertebrata punya lebih dari satu organ ekskresi.

sedangkan hewan invertebrata yang organ ekskresinya lebih sederhana. Kenapa sederhana? karena dibanding vertebrata yang punya banyak organ ekskresi, invertebrata hanya punya satu organ ekskresi. Selain itu, organ ekskresi antara invertebrata satu dengan lainnya juga berbeda.  jadi jika punya organ ekskresi yang berbeda, pasti proses ekskresi yang dilakukannya juga berbeda .Kali ini, kamu akan mengetahui apa saja organ serta proses ekskresi hewan invertebrata, yaitu belalang dan cacing. berikut penjelasanya

yang pertama adalah belalang :

Belalang bukanlah merupakan hewan yang langka. Belalang dapat kita jumpai di hutan, kebun, persawahan, atau bahkan halaman rumah kita. Bahkan sering dijumpai di pedesaan, belalang menjadi mainan anak-anak setempat.

Menurut Wikipedia belalang adalah serangga herbivora dari subordo Caelifera dalam ordo Orthoptera. Serangga ini memiliki antena yang hampir selalu lebih pendek dari tubuhnya dan juga memiliki ovipositor pendek. Suara yang ditimbulkan beberapa spesies belalang biasanya dihasilkan dengan menggosokkan femur belakangnya terhadap sayap depan atau abdomen (disebut stridulasi), atau karena kepakan sayapnya sewaktu terbang. Femur belakangnya umumnya panjang dan kuat yang cocok untuk melompat.

Serangga ini umumnya bersayap, walaupun sayapnya kadang tidak dapat dipergunakan untuk terbang. Belalang betina umumnya berukuran lebih besar dari belalang jantan.

Sekarang kita pelajari Organ ekskresi pada belalang adalah pembuluh malpighi. Organ ini berbentuk seperti kumpulan benang halus yang berwarna putih kekuningan dan melekat pada dinding usus. lihat gambar dibawah:

image from blog : ruangguru.com, illustration by kukuh mujiono

jika kalian sudah tau organ ekskresi pada belalang, sekarang kita kita bahas bagaimana proses ekskresinya!

Proses ekskresi pada belalang dimulai ketika hemolimfa, yaitu cairan untuk keperluan sirkulasi melewati pembuluh malpighi. Saat itu pula, terjadi proses pemindahan urea, sampah nitrogen, ion K, Cl, dan air dari hemolimfa ke pembuluh malpighi. Selanjutnya, air dan zat yang masih berguna bagi tubuh, seperti ion K, Cl, dan air diserap kembali di rektum untuk diedarkan ke seluruh tubuh oleh hemolimfa, sedangkan zat yang mengandung sampah nitrogen akan diendapkan sebagai kristal asam urat yang nantinya akan dikeluarkan bersama feses melalui anus. Kalau masih bingung, lihat gambar berikut, ya.

Semoga kalian bisa mengerti ya teman-teman tentang bagaimana proses ekskresi pada belalang, kalian bisa melihat gambar dan memperlajari ringkasan yang ada di blog ini.

image from blog : ruangguru.com, illustration by kukuh mujiono

yang kedua adalah cacing :

1. Planaria Si Cacing Pipih 

Siapa yang sering mendengar nama hewan ini pada saat pelajaran di sekolah? Hewan ini pasti banyak dikenal karena keunikan regenerasi tubuhnya ketika dipotong. Planaria adalah hewan invertebrata yang masuk dalam Filum Platyhelminthes alias Cacing Pipih. Dikatakan pipih karena bentuknya yang pipih/gepeng. Hewan ini TIDAK PARASIT dan hidup bebas diperairan air tawar seperti salah satu contoh spesiesnya yakni Dugesia spp. yang ada di gambar di bawah ini.

Berbeda dengan belalang, organ ekskresi pada cacing pipih adalah protonefridium. Protonefridium ini berupa kumpulan jaringan mirip pipa yang bercabang-cabangJaringan mirip pipa tersebut dinamakan nefridiofor. Ujung dari nefridiofor disebut sel api atau flame cell.

Note : sel api : disebut sel api karena dia memiliki silia (alat bantu pergerakan) yang bergerak layaknya api.
image soure from : blog.ruangguru.com

Sekarang kita pelajari proses ekskresi pada cacing pipih. Proses ekskresi pada cacing pipih diawali dengan gerakan silia yang mengakibatkan cairan tubuh seperti air, ion Na, K, N, dan urea masuk melalui celah sel api. Cairan tubuh tersebut kemudian disaring di sel api, kemudian masuk ke dalam tubulus, tempat sel api melekat.

Pada tubulus, terjadi proses penyerapan cairan tubuh dan zat sisa metabolisme seperti air dan NH4. Cairan tubuh seperti ion Na, K, N, dan air akan diedarkan kembali bersama hemolimfa, sedangkan zat sisa metabolisme dikeluarkan melalui nefridiofor. Simak gambar di bawah untuk penjelasanya ya.

image from blog : ruangguru.com, illustration by kukuh mujiono

 

2. Cacing Tanah (Annalida)

Berdasakan wikipedia Cacing tanah adalah cacing berbentuk tabung dan tersegmentasi dalam filum Annelida. Mereka umumnya ditemukan hidup di tanah, memakan bahan organik hidup dan mati. Sistem pencernaan berjalan melalui panjang tubuhnya. Cacing tanah melakukan respirasi melalui kulitnya. Cacing tanah memiliki sistem transportasi ganda terdiri dari cairan selom yang bergerak dalam selom yang berisi cairan dan sistem peredaran darah tertutup sederhana. Memiliki sistem saraf pusat dan perifer. Sistem saraf pusat terdiri dari dua ganglia atas mulut, satu di kedua sisi, terhubung ke tali saraf berlari kembali sepanjang panjangnya ke neuron motor dan sel-sel sensorik di setiap segmen. Sejumlah besar kemoreseptor terkonsentrasi di dekat mulutnya. Otot melingkar dan longitudinal di pinggiran setiap segmen memungkinkan cacing untuk bergerak. Set yang sama otot garis usus, dan tindakan mereka memindahkan makanan mencerna menuju anus cacing.

Meskipun sama-sama disebut cacing, tapi cacing pipih dan cacing tanah itu berbeda. Kalau cacing pipih berbentuk pipih dan habitatnya di perairan, sedangkan cacing tanah ini berbentuk tabung dan bersegmen, hidupnya sudah pasti di tanah.

illustrasi from iStock

Ternyata organ ekskresi cacing pipih dan cacing tanah itu berbeda, Cacing tanah memiliki organ ekskresi berupa nefridium. Fungsi nefridium mirip seperti ginjal vertebrata, yaitu mengeluarkan zat sisa metabolisme dari tubuh. Sekarang kita bahas bagaimanaproses ekskresinya.

Proses ekskresi cacing tanah diawali dengan diserapnya cairan tubuh seperti ion Na, Cl, K, N dan air ke nefrostom oleh gerakan silia dan otot. Saat cairan mengalir melalui tubulus nefrik, terjadilah proses penyerapan air, ion Na, Cl, dan K. Zat tersebut akan menembus kapiler darah dan disirkulasikan kembali. Sementara itu, zat yang tidak dibutuhkan, seperti sampah nitrogen dan air akan ditampung di kandung kemih, sebelum diekskresikan keluar melalui nefridiofor. Simak gambar di bawah:

image from blog : ruangguru.com, illustration by kukuh mujiono

 

Dengan ringkasan dan gambar-gambar diatas sekarang kamu harusnya sudah paham tentang organ dan proses ekskresi pada belalang, cacing pipih, dan cacing tanah. Meskipun organ dan prosesnya berbeda, tapi tujuannya tetap sama, yaitu mengeluarkan zat sisa yang tidak digunakan tubuh. Semoga bermanfaat.

Leave A Reply

Your email address will not be published.