Pendidikan IPA Terpadu Kelas VI | Ciri Ciri Pubertas pada Laki-laki, Harus tau.

Ciri Ciri Pubertas pada Laki-laki yang perlu kita diketahui

0

Masa pubertas adalah masa di mana anak lelaki dan anak perempuan mengalami proses kematangan seksual. Masa pubertas meliputi serangkaian tahapan fase perkembangan fisik pada tubuh manusia dan ditandai dengan kematangan organ seksual dan ciri ciri perkembangan seksual sekunder. Baik laki laki maupun perempuan mengalami fase pubertas ini. Pubertas juga diartikan sebagai transisi dari anak- anak ke dewasa biasanya pada usia 10 sampai 16 tahun.

Masa pubertas bisa datang lebih awal atau bahkan terlambat

Masa pubertas pada anak laki-laki dimulai dengan penis yang membesar, perubahan suara yang menjadi lebih berat, kontur otot tubuh akan lebih jelas, dada lebih bidang, dengan pundak yang melebar. Kondisi ini umumnya mulai terjadi pada usia 9-14 tahun. Perubahan bentuk tubuh pada masa pubertas, disebabkan oleh peningkatan produksi hormon testosteron pada pria.

Penyebab masa pubertas datang lebih awal atau terlambat

Masa pubertas pada anak laki-laki sangat jarang sekali datang lebih awal, berbeda dengan anak perempuan yang datang lebih awal.  Pada anak lelaki, jika testis belum berkembang menjadi lebih besar hingga usia 14 tahun maka bisa dikatakan mengalami keterlambatan masa pubertas.

Penyebab Terjadinya Pubertas

Pubertas merupakan perkembangan fungsi organ tubuh yaitu pada organ reproduksi. Proses penyempurnaan fungsi organ ini disertai dengan pengeluaran hormon testosteron pada laki- laki dan esterogen pada perempuan. Hormon ini nantinya akan mempengaruhi metabolisme tubuh dan juga tingkat mood seseorang. Pada wanita peningkatan hormon ini menjelang menstruasi berdampak pada emosi yang sensitif dan sering disebut dengan PMS (Pre Menstruasi Sindrom).

Pubertas inilah yang menandakan seseorang sudah dikatakan dewasa. Masa pubertas seseorang tidak sama, ada yang terlalu cepat/ dini ada juga yang lambat. Beberapa faktor diungkapkan mempengaruhi masa pubertas yaitu kurang gizi, pengaruh lingkungan, kondisi medis tertentu, dan lainnya.

Lingkungan juga berperan aktif terhadap perkembangan remaja. Lingkungan mampu mempengaruhi pubertas dini atau yang belum saatnya. paparan terhadap hal- hal yang bersifat dewasa akan menyebabkan pubertas dini. Perbedaan ras dan keturunan juga dilaporkan mempengaruhi masa pubertas seseorang.

Secara biologinya, pubertas dimulai dari hipotalamus yang merupakan bagian otak, melepaskan hormon GnRH (gonadotropin releasing hormone). Hormon yang melepaskan GnRH memberikan sinyal pada kelenjar pituitari untuk melepaskan LH (Luteinizing Hormone) dan FSH (Follicle Stimulating Hormone) sebagai pencetus dimulainya perkembangan seksual.

Masa pubertas ini biasanya berlangsung selama 4 tahun namun berbeda- beda setiap individu tergantung paparan lingkungan dan genetik yang dimiliki.

Berikut Ciri Ciri Pubertas pada Laki-laki

1. Mengalami perubahan berat dan tinggi badan 

berat dan tinggi badan adalah tanda pertumbuhan dan perkembangan yang jelas. Anak laki-laki akan mengalami percepatan pertumbuhan pada awal pubertas yang dimulai dengan penambahan berat dan tinggi badan. Kekuatan otot juga bertambah, seiring dengan tubuh yang semakin tinggi dan besar kekuatan yang dimiliki juga semakin besar. Pertumbuhan terus berlanjut. Ukuran ini biasanya bergantung dengan faktor genetik. Jadi kalau orang tua berperawakan tinggi dan berisi, bersiaplah si kecil akan tumbuh juga mengarah ke sana.

2. Tumbuh rambut pada area kemaluan

Tumbuhnya rambut pada organ intim anak/area kemaluan. Pertumbuhan ini berlanjut selama lebih dari empat tahun atau kira-kira sampai rambut menyebar ke paha bagian dalam.

Tumbuh kumis dan jenggot merupakan lanjutan dari pertumbuhan rambut pada anak laki-laki, perubahan fisik mulai terjadi dengan pertumbuhan rambut di area wajah. Kumis dan jenggot juga memberikan kesan lebih dewasa dan macho pada laki- laki.

3. Wajah timbul jerawat

Meski tidak semua wajah anak timbul jerawat, tapi kebanyakan dari mereka akan memiliki jerawat pada beberapa spot wajah. Anda tidak perlu khawatir, tapi Anda bisa membantu menekan produksi jerawat dengan memastikan ia rajin mencuci wajah, anak hanya mengonsumsi makanan yang bersih dan sehat saja.

4. Perubahan suara

Perubahan suara ini juga mudah untuk diketahui dan menjadi salah satu ciri paling signifikan. Anak laki-laki Anda akan memiliki suara yang lebih berat, dan bisa jadi ini berlangsung tanpa anak menyadarinya.

5. Mimpi basah

Anak juga akan mengalami mimpi basah atau keadaan keluarnya cairan semen dari kemaluannya saat anak sedang tidur. Jadi, jika Anda mendapati celana anak memiliki bekas seperti sperma, maka mereka sudah resmi memasuki masa pubertas.

7. Mengalami ereksi

Tidak hanya pada orang dewasa, ereksi juga bisa dialami anak laki-laki. Misalnya, saat ia melihat adegan ‘panas’ di film, maka hal ini bisa merangsangnya. Meskipun tergolong wajar, pastikan anak tetap berada dalam pengawasan orang tua. Pastikan anak laki-laki Anda mendapatkan edukasi yang benar tentang seks pula, agar ia dapat menjaga kesehatan organ reproduksinya secara tepat pula.

Sedangkan Masa Pubertas pada anak perempuan adalah Sebaga Berikut :

  • Organ kelamin mulai berfungsi, produksi sel telur dimulai, rahim menjadi lebih kuat dan siap membuahi.
  • Ditandai dengan menstruasi pertama sebagai awal dari organ reproduksi yang sudah sempurna. Menstruasi merupakan proses peluruhan dinding uterus akibat kegagalan proses pembuahan.
  • Payudara dan puting susu mulai timbul dan membesar, tubuh perempuan juga mulai membentuk indah. Lekukan badan mulai terlihat.
  • Tumbuh rambut di beberapa area (ketiak dan organ kelamin)
  • Suara lebih nyaring dan lembut, hal ini terjadi juga akibat remaja perempuan merasa dirinya sudah dewasa dan perlu untuk menjaga cara bicara yang lembut.
  • Kadang kadang muncul jerawat di wajah, pada beberapa orang kondisi peningkatan kadar hormon berpengaruh pada timbulnya jerawat pada wajah.
  • Lebih cepat tumbuh tinggi dan besar, penyempurnaan organ reproduksi ini juga berpengaruh pada sistem metabolisme tubuh secara keseluruhan sehingga tubuh bekerja lebih optimal.
Hubungi dokter jika terjadi keterlambatan masa pubertas

Namun jika Anda tidak menemukan kondisi ini, langkah pertama untuk menanganinya adalah dengan memeriksakan diri ke dokter. Masa pubertas yang datang lebih awal maupun datang terlambat perlu diatasi sesuai penyebabnya. Bila diperlukan, dokter dapat memberikan obat-obatan untuk mengatur kadar hormon dalam tubuh. Salam Sehat. Semoga Bermanfaat.

Leave A Reply

Your email address will not be published.