Pendidikan Kimia Kelas XII | Asam Karboksilat: Asam Organik yang Banyak Manfaat

Asam Karboksilat: Asam Organik yang Banyak Manfaat

0

Asam karboksilat atau Asam alkanoat adalah golongan asam organik alifatik yang memiliki gugus karboksil (biasa dilambangkan dengan -COOH). Semua Asam karboksilat adalah asam lemah. Dalam pelarut air, sebagian molekulnya terionisasi dengan melepas atom hidrogen menjadi ion H+.

Asam karboksilat dapat memiliki lebih dari satu gugus fungsional. Asam karboksilat yang memiliki dua gugus karboksil disebut asam dikarboksilat (alkandioat), jika tiga disebut asam trikarboksilat (alkantrioat), dan seterusnya.

Asam karboksilat adalah senyawa organik yang identik dengan gugus karboksilGugus karboksil adalah gugus gabungan dari gugus karbonil dan hidroksil. Gugus ini terdiri dari dua atom okseigen, 1 atom karbon, dan 1 atom hidrogen, -COOH. Gugus karboksil ini terikat pada suatu gugus alkil (alkana yang kehilangan satu atom H). Asam karboksilat termasuk kedalam kelompok senyawa polar dan ia membentuk ikatan hidrogen antar molekulnya. Jika asam ini dilarutkan dalam air akan menghasilkan asam lemah yang sebagian terionisasi menjadi ion H+ dan RCOO.

Senyawa asam karboksilat terbagi menjadi dua golongan, yaitu senyawa alifatik dan aromatik. Pada senyawa alifatik, apabila satu atom H dikeluarkan, diperoleh gugus alkil yang disingkat R. Sementara itu, gugus fungsi yang berasal dari cincin senyawa aromatik dinamakan gugus aril yang disingkat Ar. Oleh karena itu, rumus fungsi asam karboksilat ada dua, yaitu R-COOH untuk golongan alifatik dan Ar-COOH untuk golongan aromatik.

Rumus struktur asam karboksilat

Besarnya sudut antara ikatan antara ikatan rangkap C = O dan C-OH adalah sebesar 120o dengan panjang ikatan C = O sebesar 0,12 nanometer.

Tata Nama Senyawa Karboksilat

Berdasarkan IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry), asam karboksilat diberi nama sesuai dengan turunan alkananya, dimana akhiran ‘a’ pada alkana diganti dengan ‘oat’ dan ditambah kata asam di depannya. Sementara itu, berdasarkan tata nama trivial atau umum, penamaan asam karboksilat disesuaikan dengan sumber asam karboksilat tersebut. Misalnya, senyawa asam metanoat (HCOOH) diberi nama asam formiat karena ditemukan pada semut (Formica). Yuk, simak tabel berikut untuk tahu nama asam karboksilat yang lain.

Sifat Fisika Asam Karboksilat

1. Wujud

Pada temperatur ruangan, asam karboksilat yang bersuku rendah (C1 – C4) berwujud cair yang encer, yang bersuku tengah (C5- C9) berwujud zat cair yang kental, sedangkan asam karboksilat bersuku tinggi (C > 10) berwujud padat yang tidak dapat larut begitu saja dalam air.

2. Titik Didih dan Titik leleh

Adanya ikatan hidrogen anatar molekulnya menjadikan titik didih dan titik leleh asam karboksilat relatif tinggi. Ada gaya tarik menarik yang kuat antar molekulnya. Asam format (H-COOH) memiliki titik didih 101o C , asam asetat (CH3-COOH) memiliki titik didih 118o C, dan asam propianat (C2H5-COOH) memiliki titik didih 141o C. Semakin panjang rantai C nya maka semakin tinggi titik didih dan titik leburnya.

3. Kelarutan

Hanya asam karaboksilat suku rendah yang dapat dilarutkan sempurna dalam air, sedangkan suku tengah dan suku tinggi sifatnya sukar larut dalam air.

4. Daya hantar listrik

Karena proses ionisasi yang terjadi ketika dilarutkan meupakan ionisasi sebagian maka asam karboksilat ketika dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan elektrolit lemah. Larutan ini juga kurang bagus dalam menghantarkan arus listrik.

Sifat-sifat Kimia

1. Ikatan kimia

Asam karboksilat mengandung ikatan yang disebut ikatan hidrogen. Ikatan ini menghubungkan antar molekul senyawa asam tersebut.

2. Kepolaran

Karena memiliki gugus hidroksil yang memiliki sifat polar maka asam karboksilat termasuk kedalam kelompok senyawa polar.

3. Kereaktifan

Tingkat kereaktifan asam karboksilat semakin menurun seiring dengan peningkatan jumlah atom karbon. Makin tinggi sukunya maka akan semakin tidak reaktif.

Reaksi-reaksi pada Asam karboksilat

a. Rekasi dengan Basa (rekasi penybunan/saponifikasi)
ketika senyawa asam karboksilat bereaksi dengan basa akan menghasilkan garam dan air. menurut rumus:

R-COOH + NaOH → R-COONa (sabun) + H2O

Rekasi ini merupakan reaksi hidrolisis lemak/minyak (asam karboksilat) dengan menggunakan basa kuat dan dihasilkan gliserol dan garam asam lemak atau sering disebut sabun.

b. Reaksi Esterifikasi
Reaksi ini terjadi ketika asam ini di reaksikan dengan alkohol sehingga membentuk senyawa ester. Reaksinya merupakan reaksi kesetimbangan.

c. Reaksi Reduksi
Reaksi ini dilakukan dengan mereduksi asam karboksilat dengan menggunakan katalist lithium alumunium hidridda. Dari rekasi reduksi ini akan dihasilkan alkohol primer.

d. Reaksi dengan Amonia
Senyawa asam karboksilat jika direaksikan dengan senyawa amonia (NH3) akan menghasilkan senyawa amida dan hasil lain berupa air.

e. Reaksi Dekarboksilasi
Asal sobat tahu, ketika berada pada suhu tinggi asam karboksilat akan kembali membentuk senyawa alkananya. Reaksi ini disebut derkaboksilasi.

f. Reaksi dengan Tionil Diklorida
Klorida asam (R-COCl), asam klorida (HCl), dan sulfur dioksida (SO2)dapat dihasilkan dari reaksi antara asam karboksilat dengan tionil diklorida (SOCl2).

Manfaat Asam Karboksilat

Kalau mau ditelisik satu-satu senyawa demi senyawa, banyak sekali manfaat asam karboksilat bagi kehidupan manusia. Berikut beberapa manfaat yang berhasil kami kumpulkan
a. Asam format atau yang dikenal juga dengan nama asam semut digunakan sebagai bahan baku pembasmi hama dan berperan besar dalam proses penggumpalan lateks.

b. Asam asetat
– di dalam industri, asam asetat digunakan sebagai bahan baku sintesis serat dan juga plastik.
– digunakan sebagai pelarut dan pereaksi dalam laboratorium
– digunakan sebagai cuka makanan (kadar 3-6%)

c. Asam Oksalat
– Ditemukan dalam daun bayam dan buah-buahan, bentuk senyawanya berupa garam natrium dan kalsium
– dapat digunakan untuk menghilangkan karat dan juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan zat warna.
– mengasamkan minuman, permen, dan bahan makanan lainnya.
– sering digunakan dalam fotografi, keramik, dan proses penyamakan kulit.

d. Asam sitrat banyak digunakan sebagai bahan untuk pengawetan buah dalam kaleng.

e. Asam stearat merupakan salah satu bahan penting dalam pembuatan lilin.

Sekarang sudah tau ya penjelasan lengkap tentang asam karboksilat, tatan namanya, sifat fisika-kimia, reaksinya, dan tak ketinggalan manfaatnya kehidupan sehari-hari. Selamat belajar.

Leave A Reply

Your email address will not be published.