Tak cuma Istimewa JOGJA Juga Gaul, Berikut bahasa Gaul Jogja.

JOGJA Juga Juga Gaul

0

Di Indonesia bahasa gaul memiliki banyak ragam. Setiap komunitas atau setiap daerah bisa jadi melahirkan bahasa gaulnya masing-masing dan eksis hingga kini. Masyarakat Malang misalnya, mereka memiliki bahasa gaul yang populer dengan pola “walikan” di mana sebuah kosakata dalam “kamus gaul” mereka dibentuk dengan cara membalik kosakata aslinya. Percaya atau tidak banyak warga Malang yang fasih mengucapkan kalimat dengan susunan kata yang sebagian besar atau seluruhnya dibalik.

Sementara Malang melahirkan bahasa walikan, Yogyakarta pun memiliki bahasa gaulnya sendiri. Betul, orang Yogyakarta tak hanya menggunakan bahasa Jawa dalam percakapan sehari-hari mereka. Meski menjunjung tinggi bahasa ibunya, warga Yogyakarta juga meramaikan percakapan di antara mereka dengan bahasa gaul. Hebatnya bahasa gaul Yogyakarta menjadi sangat populer bukan hanya di kalangan remaja atau anak mudanya saja namun mulai menyebar ke sejumlah kalangan. Dengan bahasa gaul mereka membuat percakapan menjadi lebih intim.

Status Yogyakarta sebagai ikon wisata Indonesia dan kota budaya turut mempopulerkan bahasa gaulnya. Beberapa bahasa gaul Yogyakarta sangat identik dan khas Yogya. Tak sedikit yang seolah-olah baku seperti halnya bahasa Jawa digunakan di daerah ini. “Piye dab, mangkat ora?. Pokmen aku wegah dhewekan”. Begitulah “dab” dan “pokmen” sebagai bahasa gaul Yogyakarta melebur serasi dan seakan tak terlihat telah bercampur dengan bahasa Jawa.

Namun meski banyak digunakan tak banyak orang tahu seperti apa proses kreatif pembentukan bahasa gaul Yogyakarta. Tak sedikit masyarakat termasuk orang Yogyakarta sendiri yang tak paham asal mula bahasa gaul yang kerap mereka munculkan dalam percakapan. Berikut ini saya sarikan beberapa bahasa gaul yang populer di Yogyakarta dari skripsi mengenai bahasa prokem atau bahasa gaul di Yogyakarta. Skripsi tersebut hasil penelitian Ismiyati pada Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta tahun 2011.

Bahasa gaul yang dibentuk dengan memperpendek pengucapannya atau menjadikannya singkatan. mungkin untuk banyak orang, bahasa gaul jogja ini belum terlalu familiar. ya karena hanya orang tertentu saja yang mengerti tentang bahasa yang sering digunakan di daerah Jogja dan sekitarnya, terutama di area Malioboro…
mulai dari DAGADU, DAB, PABU, DALADH, LODSE, dan masih banyak lagi kosakata yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari di wilayah Jogja dan sekitarnya..

Rumus Dasar

HA     NA     CA     RA     KA
PA     DHA    JA     YA     NYA

DA     TA     SA     WA     LA
MA     GA    BA     THA   NGA

huruf vokal : A, I, U, E, O, menyesuaikan dengan kata2 yang akan digunakan
contoh kata :

  • DAGADU  ; artinya : MATAMU (mata kamu)
  • DAB          ; artinya : MAS (panggilan untuk laki2)
  • PABU        ; artinya : ASU (anjing)
  • DALADH  ; artinya : MANGAN (makan)
  • LODSE      ; artinya : NGOMBE (minum)
huruf konsonan/vokal dapat mengalami perubahan dengan huruf konsonan/vokal yang lain, baik dalam penulisan maupun lafal dalam pengucapan kata2 tersebut.
contoh kata :
  • SACILADH menjadi SACILAT ; artinya : BAJINGAN
  • DOGOY menjadi DOGOS         ; artinya : MOTOR
  • SAHANY menjadi SAHAN        ; artinya : BAPAK
  • MUTHIG menjadi MOTHIG    ; artinya : DUWIT (duit / uang)
  • PAHINY menjadi PAHING      ; artinya : APIK (bagus / manis)
              • (bagus; untuk kata benda)
              • (manis; untuk kata sifat)
  • THEMONY menjadi THEMON ; artinya : WEDOK (cewek / perempuan)
dibawah ini adalah beberapa kumpulan kata & ungkapan yang sering digunakan dalam bahasa sehari2, beserta artinya (baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Jawa) :
  1. panyu : aku / saya
  2. nyothe : kowe / kamu
  3. dab  : mas / abang
  4. sahany (sahan) : bapak
  5. pisu : ibu
  6. libil : ngising / buang air besar
  7. dagadu : matamu
  8. pabu : asu
  9. saciladh (sacilat) : bajingan
  10. muthig (mothig) : duwit / uang
  11. pahiny (pahing) : apik / bagus / manis
  12. satub (satup) : bagus / ganteng / cakep
  13. daladh : mangan / makan
  14. lodse : ngombe / minum
  15. themony (themon)  : wedok / cewek
  16. dogoy (dogos) : motor / sepeda motor
  17. dosing : mobil
  18. sangi : bali / pulang
  19. japemethe : cahé dewe / teman sendiri
  20. poya : ora / tidak
  21. poya hoho : ora popo / tidak apa2
  22. soco : bojo / pacar

Di luar itu semua masih ada beberapa kosa kata gaul Yogyakarta yang kerap mengisi percakapan masyarakat terutama anak mudanya. Bahasa-bahasa gaul itu tak hanya eksis di dalam rumah kos, warung-warung makan, perbicangan ruang keluarga tapi juga populer di kampus. Oleh karena itu jangan terkejut jika kita berbincang dengan sesama pemakai bahasa Jawa di Yogyakarta namun sering “roaming” dengan kosakatanya, itu berarti kita belum menjadi anak gaul Yogyakarta.

Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan kita semua.

Sumber : beeqnyut.blogspot.co.id

Leave A Reply

Your email address will not be published.