Peraturan Bermain Futsal

Tata tertib yang perlu diketahui

0

Di jaman sekarang siapa sih ngga tidak tau dengan olahraga futsal. saat ini futsal sangat favorit dikalangan remaja, karena permainan ini sangat seru dan merupakan olahraga yang menjadi populer karena sampai dimasukan ke dalam kejuaran sea games dan olipiade. olahraga ini juga sering menjadi ajang bergaya bagi kaum remaja karena sering tempat – tempat futsal itu digabung dengan cafe sehingga bisa juga dijadikan tempat untuk nongkrong. Namun untuk bermain futsal tidak hanya langsung sekedar menendang bola dengan tanpa aturan, bermain bola futsal memiliki aturan juga sehingga permainan ini bisa dimaikan secara profesional.

Untuk referensi futsal anda, berikut saya sajikan tentang peraturan permainan futsal resmi dari FIFA lengkap. karena draft terjemahan nya dari sumber asli bahasa inggris, menggunakan mesin penerjemah semacam google.Jadi sebagian bahasanya agak kacau, ada kalimat yang sulit dipahami,dalam sebuah kalimat ada menggunakan huruf besar yang kurang pas. tapi saya nanti akan secara bertahap sambil disempurnakan sehingga menjadi mudah dipahami.

PERATURAN DALAM PERMAINAN FUTSAL

PERATURAN  1

  • JUMLAH  PEMAIN
    • PEMAIN : Dalam setiap pertandingan dimainkan oleh dua tim, masing-masing tim terdiri dari lima pemain, salah satu diantaranya adalah penjaga gawang.
    • PROSEDUR  PERGANTIAN  PEMAIN :Pergantian pemain dapat dilakukan sewaktu-waktu selama pertandingan berlangsung dengan mengikuti peraturan kompetisi resmi yang dikeluarkan oleh FIFA, konfederasi atau asosiasi. Jumlah pemain cadangan atau pemain pengganti maksimum tujuh orang pemain. Jumlah pergantian pemain selama pertandingan berlangsung tidak dibatasi. Seorang pemain yang telah diganti dapat masuk kembali kedalam lapangan untuk menggantikan pemain lainnya.
    • Pergantian pemain dapat dilakukan pada saat bola didalam atau diluar permainan dengan mengikuti persyaratan sebagai berikut:
      1. Pemain yang ingin meninggalkan lapangan harus melakukannya didaerah pergantian nya sendiri.
      2. Pemain yang ingin memasuki lapangan harus melakukannya pada daerah pergantian nya sendiri, tetapi dilakukan setelah pemain yang diganti telah melewati batas lapangan.
      3. Pergantian pemain sangat bergantung kepada kewenangan wasit, apakah dipanggil untuk bermain atau tidak.
      4. Pergantian dianggap sah ketika pemain pengganti telah masuk lapangan, dimana saat itu pemain tersebut telah menjadi pemain aktif dan pemain yang ia gantikan telah keluar dan berhenti menjadi pemain aktif.
      5. Penjaga gawang boleh berganti tempat dengan pemain lainnya
    • PELANGGARAN  DAN  SANGSI
      Ketika pergantian pemain sedang dilakukan, seorang pemain cadangan masuk lapangan sebelum pemain yang akan digantikannya meninggalkan lapangan secara sempurna maka:
      1. Permainan dihentikan.
      2. Pemain yang diganti diperintahkan untuk meninggalkan lapangan.
      3. Pemain pengganti tersebut diperingatkan dan menunjukkan kartu kuning.
      4. Permainan dimulai kembali dengan melakukan tendangan bebas tidak langsung dilakukan oleh tim lawan dari tempat dimana bola berada ketika permainan dihentikan.
      5. Jika bola didalam daerah pinalti, tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti, dilakukan dari tempat yang terdekat dengan posisi bola ketika permainan dihentikan. Jika pada saat pergantian pemain dilakukan, pemain pengganti masuk lapangan atau pemain pengganti meninggalkan lapangan dilakukan bukan dari tempat atau daerah  pergantian pemain yang telah ditetapkan, maka:
        1. Permainan dihentikan.
        2. Pemain yang melanggar diperingatkan dan menunjukkan kartu kuning.
        Permainan dimulai kembali dengan tendangan bebas tidak langsung dilakukan oleh tim lawan dari tempat dimana bola berada ketika permainan dihentikan.
        Jika bola didalam daerah pinalti, tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti, dilakukan dari tempat yang terdekat dimana posisi bola berada ketika permainan dihentikan.
    • KEPUTUSAN  1 : Pada permulaan  permainan, setiap tim harus bermain dengan lima orang pemain.
    • KEPUTUSAN  2 :Jika dalam suatu pertandingan yang sedang berjalan pemain dikeluarkan, maka pemain yang tersisa kurang tiga pemain (termasuk penjaga gawang), pertandingan harus dihentikan untuk seterusnya.
    • KEPUTUSAN  3 : Ofisial tim boleh berikan instruksi taktik kepada para pemainnya selama pertandingan berlangsung. Tetapi ofisial tim tidak dapat/tidak boleh mencampuri gerakan para pemain dan para wasit, dan harus selalu berlaku dengan yang wajar.

PERATURAN 2

  • PERLENGKAPAN  PEMAIN
    • KESELAMATAN : Seorang pemain tidak boleh menggunakan peralatan atau memakai apapun yang membahayakan dirinya sendiri atau pemain lainnya, termasuk bentuk perhiasan apapun.
    • PENJAGA  GAWANG
      1. Penjaga gawang diperkenankan memakai celana panjang, di bagian luar harus di tutup dengan kaos kaki.
      2. Setiap penjaga gawang memakai warna yang mudah membedakannya dari pemain lain serta wasit.
      3. Jika seorang pemain yang berada diluar lapangan ingin mengganti penjaga gawang, baju yang dipakai penjaga gawang pengganti, oleh pemain tersebut harus ditandai pada bagian belakang dengan nomor pemain itu sendiri.
    • PELANGGARAN  DAN  SANGSI
      Untuk setiap pelanggaran dari Peraturan ini :
      • Pemain yang melakukan kesalahan akan diperintahkan oleh wasit untuk meninggalkan lapangan, membetulkan perlengkapannya atau melengkapi salah satu perlengkapan yang hilang atau belum dipakai. Pemain tidak boleh kembali ke dalam lapangan tanpa melapor terlebih dahulu kepada salah seorang wasit, yang kemudian memeriksa perlengkapan pemain tersebut. Pemain diperkenankan masuk kembali, ketika bola berada diluar permainan (when the ball is out of play)
    • MEMULAI KEMBALI PERTANDINGAN
      Jika Wasit menghentikan permainan (sementara) untuk berikan peringatan dan menunjukkan kartu kuning terhadap pemain (yang) melakukan pelanggaran.
      • Memulai kembali pertandingan dengan tendangan bebas tidak langsung dilakukan pemain dari tim lawan dari tempat bola berada ketika wasit menghentikan permainan
  • KEPUTUSAN
    1. Para pemain tidak boleh memperlihatkan kaos dalam yang memuat slogan atau iklan.
    2. Pemain yang melepaskan baju kaos memperlihatkan slogan atau iklan harus diberikan sangsi oleh pengurus bidang kompetisi.
    3. Baju kaos harus pakai lengan.

PERATURAN  3

  • WASIT
    • WEWENANG  WASIT : Setiap pertandingan dipimpin oleh seorang wasit yang memiliki wewenang penuh untuk memegang teguh Peraturan Permainan sehubungan dengan pertandingan dimana ia telah ditunjuk untuk memimpin nya, terhitung mulai dari saat ia masuk sampai dengan ia meninggalkan lapangan tersebut.
    • KEKUASAAN  DAN  TANGGUNG  JAWAB  WASIT
      1. Memegang teguh Peraturan Permainan.
      2. Membiarkan permainan terus berlanjut ketika terjadi pelanggaran pada salah satu tim, namun pada saat yang sama tim yang dilanggar mempunyai kesempatan untuk mencetak gol. Tetapi, jika kesempatan tersebut tidak dapat diraihnya, wasit tetap akan memberikan hukuman kepada tim yang membuat  pelanggaran sebelumnya.
      3. Mencatat hasil pertandingan sebagai bahan laporan pertandingan, termasuk memberikan hukuman terhadap para pemain dan/atau ofisial tim pada insiden lainnya yang terjadi sebelum, selama dan seusai pertandingan.
      4. Bertindak sebagai pencatat waktu jika ofisial/petugas yang ditetapkan, tidak hadir.
      5. Menghentikan, menunda atau mengakhiri pertandingan untuk setiap pelanggaran peraturan atau yang disebabkan oleh bentuk campur tangan luar.
      6. Memberikan hukuman terhadap pemain yang salah dan mengeluarkan pemain tersebut.
      7. Memastikan/menjamin bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berkepentingan masuk kedalam lapangan.
      8. Menghentikan pertandingan jika, menurut pendapatnya, seorang pemain terluka parah dan memastikan bahwa ia dipindahkan dari lapangan.
      9. Memperkenankan permainan diteruskan hingga bola keluar lapangan  permainan jika seorang pemain, menurut pendapatnya, hanya cidera ringan.
      10. Memastikan bahwa setiap bola yang digunakan memenuhi persyaratan dari Peraturan No.2
    • KEPUTUSAN  WASIT : Semua keputusan wasit mengenai fakta yang berhubungan dengan permainan adalah final dan tidak dapat dirubah.
      Wasit dan wasit kedua hanya dapat merubah keputusannya, jika menyadari bahwa mereka membuat kesalahan atau jika mereka beranggapan itu perlu dilakukan, asalkan permainan belum dimulai kembali atau pertandingan (belum) diakhiri.
    • KEPUTUSAN  1 : Jika wasit dan wasit kedua, secara bersamaan mengeluarkan sinyal pelanggaran secara bersamaan dan terdapat perbedaan keputusan, maka tetap keputusan wasit lah yang dibenarkan.
    • KEPUTUSAN  2 : Wasit dan wasit kedua, memiliki hak memperingatkan atau mengeluarkan pemain, tetapi jika terjadi perbedaan diantara mereka, maka tetap keputusan wasit lah yang dibenarkan.

PERATURAN 4

  • MEMULAI dan MEMULAI KEMBALI PERMAINAN
    • PENDAHULUAN
      Pemilihan tempat diputuskan melalui lemparan koin. Tim yang menang pada lemparan koin memutuskan gawang yang ingin diserang pada babak pertama pertandingan tersebut.
      • Tim lainnya melakukan tendangan pada babak pertama untuk memulai pertandingan.
      • Tim yang memenangkan lemparan koin melakukan tendangan pertama untuk mulai pertandingan di babak kedua.
      • Pada babak kedua dari pertandingan, Tim-tim berpindah tempat (bench), dan menyerang gawang lawan.
    • TENDANGAN  Permulaan  (Kick-off)
      Kick-off adalah cara untuk memulai permainan:
      1. Pada permulaan babak pertama pertandingan.
      2. Setelah gol tercipta.
      3. Pada permulaan babak kedua dari pertandingan.
      4. Pada permulaan masing-masing periode perpanjangan waktu, jika dilakukan.
      5. Gol dapat dicetak/tercipta langsung dari kick-off.
    • PROSEDUR
      1. Seluruh pemain berada dalam setengah lapangan nya sendiri. Lawan dari tim yang melakukan kick-off paling kurang 3 Meter dari bola hingga bola sudah dalam permainan.
      2. Bola ditempatkan di titik tengah lapangan.
      3. Wasit memberikan isyarat untuk memulai kick-off.
      4. Pada saat memulai pertandingan kick-off yang sah, apabila bola ditendang dan bergerak kearah depan.
      5. Penendang tidak boleh menyentuh bola untuk kedua kalinya sampai bola tersebut telah menyentuh/disentuh pemain lainnya.
      6. Setelah salah satu tim mencetak gol, tendangan permulaan dilakukan oleh tim lainnya (tim lawannya)
    • PELANGGARAN  DAN  SANGSI
      1. Jika penendang menyentuh bola untuk kedua kalinya sebelum tersentuh/disentuh oleh pemain lainnya, maka tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada Tim lawan, dilakukan dari tempat terjadinya pelanggaran.
      2. Jika pelanggaran dilakukan oleh pemain didalam daerah pinalti lawan, maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti dari tempat terdekat dimana terjadinya pelanggaran tersebut.
      3. Untuk setiap pelanggaran prosedur kick-off, maka kick-off
    • MENJATUHKAN  BOLA = BOLA WASIT
      Menjatuhkan bola adalah cara untuk memulai kembali pertandingan setelah penghentian sementara, menjatuhkan bola merupakan cara untuk melanjutkan pertandingan yang dihentikan bukan karena bola mati. Atau permainan dihentikan bukan karena bola melewati garis samping atau garis gawang atau untuk alasan apapun yang tidak disebutkan dalam peraturan permainan.
    • PROSEDUR : Salah seorang Wasit menjatuhkan bola ditempat dimana bola berada ketika permainan dihentikan, kecuali jika dia dalam daerah pinalti, dimana dalam hal ini ia menjatuhkan bola tersebut pada garis daerah pinalti, ditempat terdekat dimana bola berada ketika pertandingan dihentikan. Permainan dimulai kembali atau bola dalam permainan ketika bola sudah menyentuh lapangan.
    • PELANGGARAN  DAN  SANGSI
      Bola dijatuhkan lagi/kembali..
      1. Jika Bola disentuh oleh pemain sebelum bola tersebut menyentuh permukaan lapangan (tanah).
      2. Jika bola meninggalkan lapangan setelah kontak dengan tanah, tanpa disentuh oleh pemain.
    • KETENTUAN KHUSUS
      1. Tendangan bebas diberikan kepada tim bertahan didalam daerah pinalti sendiri, boleh dilaksanakan dari titik mana saja dalam daerah pinalti.
      2. Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim penyerang di dalam daerah pinalti tim lawannya, harus dilakukan dari garis daerah pinalti pada titik terdekat dimana pelanggaran dilakukan/terjadi.
      3. Dropped ball untuk memulai kembali permainan di dalam daerah pinalti, harus dilakukan di atas garis daerah pinalti pada titik terdekat dimana bola berada ketika permainan dihentikan.

PERATURAN 5

  • KESALAHAN-KESALAHAN dan KELAKUAN JAHAT
    • TENDANGAN  BEBAS  LANGSUNG
      Tendangan bebas langsung diberikan kepada tim lawan, jika seorang pemain melakukan salah satu dari enam bentuk pelanggaran dibawah ini, dengan pengamatan wasit dan itu merupakan tindakan yang kurang berhati-hati, kasar atau menggunakan tenaga yang berlebihan :
      1. Menendang atau mencoba menendang lawan.
      2. Mengganjal atau mencoba mengganjal lawan.
      3. Menerjang lawan.
      4. Mendorong lawan, meskipun dengan bahunya.
      5. Memukul atau mencoba memukul lawan.
      6. Mendorong lawan.
    • Tendangan bebas langsung juga dapat diberikan kepada tim lawan, jika seseorang pemain melakukan pelanggaran sebagai berikut :
      1. Memegang lawan.
      2. Meludah pada lawan.
      3. Melakukan sliding tackle dalam rangka mencoba merebut bola ketika bola sedang dimainkan/dikuasai oleh lawan. Kecuali untuk penjaga gawang didaerah pinaltinya sendiri dan dengan syarat ia tidak bermain dengan hati-hati, kasar atau menggunakan kekuatan yang berlebihan.
      4. Menyentuh lawan sebelumya, ketika berusaha menguasai bola.
      5. Memegang bola secara sengaja, kecuali dilakukan oleh penjaga gawang didaerah pinaltinya sendiri.
        Tendangan bebas langsung dilakukan dari tempat dimana terjadinya pelanggaran.
        Semua pelanggaran yang disebutkan diatas merupakan kumpulan pelanggaran yang diakumulasikan.
    • TENDANGAN  PINALTI : Tendangan pinalti diberikan, jika seorang pemain telah melakukan pelanggaran didaerah pinaltinya sendiri, tidak peduli dimana posisi bola, tetapi asalkan bola dalam permainan atau bola hidup.
    • TENDANGAN  BEBAS  TIDAK  LANGSUNG
      Tendangan bebas tidak langsung diberikan pada tim lawan, jika seorang penjaga gawang telah melakukan salah satu pelanggaran dibawah ini :
      1. Setelah melepaskan bola dari tangannya, ia menerima kembali dari rekan tim (dengan kaki/tangan), sebelum melewati garis tengah atau sebelum dimainkan atau belum disentuh oleh pemain lawan.
      2. Menyentuh atau menguasai bola dengan tangannya, dengan secara sengaja dikembalikan kepadanya oleh rekan tim (back pass).
      3. Menyentuh atau menguasai bola dengan tangannya, setelah ia menerima bola langsung dari tendangan kedalam yang dilakukan oleh rekan tim.
      4. Menyentuh atau menguasai bola dengan tangannya atau kaki, lebih dari empat detik.
Tendangan bebas tidak langsung diberikan pada tim lawan, dilakukan ditempat terjadinya pelanggaran, jika  menurut pendapat wasit seorang pemain:
      1. Bermain dengan cara yang membahayakan.
      2. Dengan cara sengaja menghalang-halangi gerakan pemain lawan tanpa ada bola padanya (yang dimaksud bola tidak dalam jarak permainan).
      3. Mencegah penjaga gawang melepaskan bola dari tangannya.
      4. Melakukan pelanggaran lainnya yang tidak disebutkan sebelumnya pada Peraturan No.12, yang mana permainan dihentikan untuk memberi peringatan atau mengeluarkan seorang pemain.

Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan, dari tempat dimana terjadinya pelanggaran. Kecuali, terjadi didalam daerah pinalti, maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti ditempat yang terdekat dimana pelanggaran terjadi.

    • SANGSI  DISIPLIN : Kartu kuning dan kartu merah hanya dapat ditunjukkan kepada para pemain atau para (pemain) cadangan. Para wasit memiliki kekuasaan untuk memutuskan sangsi disiplin kepada para pemain dari sejak ia masuk lapangan sampai meninggalkan lapangan setelah isyarat peluit akhir.
    • PELANGGARAN  YANG  DIPERINGATKAN
      Seorang pemain diperingatkan dan menunjukkan kartu kuning, jika ia melakukan pelanggaran-pelanggaran sebagai berikut :
      1. Bersalah karena melakukan tindakan yang tidak sportif.
      2. Memperlihatkan perbedaan pendapatnya dengan melontarkan perkataan atau aksi yang tidak baik.
      3. Tetap melanggar Peraturan Permainan.
      4. Memperlambat atau mengulur-ulur waktu pada saat memulai kembali permainan.
      5. Tidak mengikuti perintah untuk menjaga jarak yang ditentukan ketika dilakukan tendangan sudut, tendangan kedalam, tendangan bebas atau tendangan gawang.
      6. Masuk atau kembali ke lapangan tanpa ijin wasit atau melanggar prosedur pergantian pemain.
      7. Secara sengaja meninggalkan lapangan tanpa ijin dari wasit.

Untuk setiap pelanggaran, dan kepada lawan akan diberikan tendangan bebas tidak langsung, dilakukan ditempat dimana terjadinya pelanggaran tersebut. Jika pelanggaran ini terjadi didalam daerah pinalti, maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti pada tempat yang terdekat dimana terjadinya pelanggaran tersebut dan selain itu kepada pemain itu diberikan peringatan dengan menunjukkan kartu kuning.

    • PELANGGARAN YANG DAPAT MENYEBABKAN PEMAIN  DIKELUARKAN
Seorang pemain atau pemain cadangan dikeluarkan dengan menunjukkan kartu merah, jika ia melakukan salah satu pelanggaran sebagai berikut :
  1. Pemain bermain sangat kasar.
  2. Pemain melakukan tindakan kasar.
  3. Meludah pada lawan atau orang lain.
  4. Menghalangi lawan untuk mencetak gol atau kesempatan mencetak gol dengan sengaja memegang bola dengan cara yang tidak diperkenankan dalam peraturan (hal ini tidak berlaku kepada penjaga gawang didalam daerah pinaltinya sendiri).
  5. Mengagalkan pemain lawan yang berkesempatan menciptakan gol dengan bergerak maju kedepan menuju ke arah gawang pemain tersebut. Dengan melakukan tindakan pelanggaran yang dapat dikenai hukuman melalui tendangan bebas atau tendangan pinalti.
  6. Mengeluarkan kata-kata yang sifatnya menghina atau kata-kata caci-maki.
  7. Menerima peringatan (Kartu Kuning) kedua didalam pertandingan yang sama.
    • TENDANGAN KEDALAM :Tendangan kedalam adalah cara untuk memulai kembali permainan. Gol tidak dapat disahkan langsung dari tendangan kedalam.
Tendangan kedalam diberikan:
  1. Jika keseluruhan bagian dari bola melewati garis samping, baik menggelinding di permukaan lapangan maupun melayang di udara atau menyentuh langit-langit.
  2. Di tempat persilangan garis samping lapangan.
  3. Kepada Tim lawan dari pemain yang terakhir kali menyentuh bola.
  • POSISI  BOLA  DAN  PEMAIN
    • BOLA
      • Harus ditempatkan pada garis pembatas lapangan (garis samping).
      • Dapat ditendang kembali kedalam permainan ke arah manapun.
Pemain mengambil tendangan kedalam:
    • Pada saat menendang bola, bagian dari setiap kakinya berada pada garis pembatas lapangan atau di luar garis pembatas lapangan.
Pemain dari tim yang bertahan:
    • Para pemain minimum berjarak 5 meter dari bola tempat dimana dilakukannya tendangan kedalam.
  • PROSEDUR
  1. Pemain, penendang kedalam harus melakukannya dalam waktu 4 detik dari saat menempatkan bola.
  2. Pemain melakukan tendangan kedalam tidak dapat atau tidak boleh memainkan bola kedua kalinya sampai bola tersebut telah menyentuh/ disentuh pemain lainnya.
  3. Bola berada dalam permainan segera setelah bola tersebut ditendang atau disentuh.
  • PELANGGARAN  DAN  SANGSI : Tendangan bebas tidak langsung diberikan pada tim lawan, jika:
    • Pemain yang melakukan tendangan kedalam memainkan bola untuk kedua kalinya sebelum bola tersentuh/menyentuh pemain lain. Tendangan bebas tidak langsung dilaksanakan dari tempat dimana pelanggaran terjadi, kecuali hal tersebut dilakukan dari daerah pinalti dan dilaksanakan pada tempat yang terdekat dimana pelanggaran terjadi.
Tendangan kedalam diulang oleh pemain dari tim lawan, jika:
    1. Tendangan kedalam dilakukan tidak dengan benar.
    2. Tendangan kedalam dilakukan dari posisi selain tempat dimana bola melewati garis pembatas lapangan.(garis samping)
    3. Tendangan kedalam tidak dilakukan dalam waktu 4 detik mulai dari saat pemain menempatkan bola hingga melakukan tendangan.
    4. Terjadinya pelanggaran pada peraturan lain.

Demikianlah penjelasan tentang jenis pelanggaran dalam permainan bola futsal yang boleh saya terangkan untuk saat ini, dimana diatas sudah saya jelaskan tentang peraturannya satu persatu, untuk lebih bermanfaat silahkan bagikan ke teman-teman anda.

Leave A Reply

Your email address will not be published.