Teks Analytical Exposition about Bullying dan Artinya

0

Teks analytical exposition adalah sebuah teks yang dibuat untuk mengungkapkan pendapat penulis tentang fenomena di sekitarnya. Jenis teks ini termasuk dalam salah satu bentuk teks argumen.

Fungsi Sosial Teks Analytical Exposition

Fungsi sosial dari analytical exposition text adalah untuk mengajak pembaca untuk perduli bahwa ada sesuatu hal yang penting dan perlu mendapat perhatian.

Susunan Umum Teks Analytical Exposition

Teks analytical exposition  dimaksudkan untuk mengajak pembaca mempercayai bahwa opini yang disampaikan penulis adalah hal penting, karenanya perlu didukung oleh alasan-alasan yang kuat. Alasan tersebut diberikan dalam bentuk argumen dalam isi teks. Berikut adalah Susunan teks.

  • Thesis : Bagian pertama ini memperkenalkan topik dan menunjukkan posisi penulis terhadap sebuah isu yang disajikan.
  • Arguments : Bagian ini berisi argumen pendukung yang sudah dikumpulkan penulis untuk mendukung thesis.
  • Elaboration: Bagian ini mengembangkan dan mendukung tiap pokok argument yang disampaikan. Biasanya bagian ini menyatu dengan argument.
  • Reiteration: Bagian ini berisi kesimpulan yang hanya menyataan kembali dimana posisi pembicara atau penulis terhadap apa yang telah disampaikan pada thesis. Perbedaan dengan hortarory exposition, pada hortarory, bagian ini akan berisi saran.

Bullying merupakan salah satu isu yang penting untuk dibahas mengingat tindakan bullying ini bisa terjadi di mana saja dengan menimpa berbagai macam korban, mulai anak-anak hingga orang dewasa. Karena isu tersebut memang layak dibahas, tak heran jika topik ini bisa jadi salah satu bahan menarik untuk penulisan berbagai argumentative paragraph, semisal untuk penulisan analytical text.

Jika kamu kebetulan sedang mencari referensi analytical text tentang bullying, silahkan simak contoh analytical exposition text about bullying lengkap dengan artinya.

 

Contoh Analytical Exposition Text about Bullying dalam Bahasa Inggris

1.  The Dangerous Effects of Bullying among the Studenst

Bullying in educational settings remains a commonplace everyday experience. The acts of bullying
include a wide range of malicious behaviors, including physical violence, threats, verbal mockery,
ostracism, and rumors spread toward vulnerable targets and typically repeated. Bullying among
students is very dangerous. It can affect not only the students who get bullied but also the bullies,
the witness of bullying, and the school itself as an educational institution.

The children and teenagers who get bullied might experience several mental problems, such as
depression, anxiety, increased feeling of sadness and loneliness, changes in sleep pattern, and loss of
interest in particular activities that they used to enjoy. These problems may be carried away until
they grow to be an adult. Besides, physical violence in bullying can lead to physical injuries.

The academic achievements of the victims will also get the impact. A UCLA study of 2.300 students
in eleven middle schools in Los Angeles found that a high level of bullying was associated with lower
grades across three years of middle schools. Students who were rated as the most bullied performed
signicantly worse academically than their peers.

Victims, however, are not the only ones who suffer from bullying. While victims often fare the worst
on a variety of measures, pure bullies also experience difculties. They are at increased risk of some
mental health problems and are likely to encounter difculty maintaining positive relationships as
adults. More signicantly, bullies are considerably more likely to behave roughly, get into ghts, be
engaged into vandalism, abuse alcohol and drugs, as well as being convicted of crimes.
Students who witness bullying have a big tendency to feel insecure when they are at school. They
are also more likely to have mental problems such as depression, anxiety feeling, and traumatic
feeling from witnessing the incident. Moreover, they are also at high risk of using drugs and alcohol
to relieve their stress.

Ultimately, the school, where the act of bullying happens also can get the impacts. It makes the
students feel insecure and creates a non-conducive school environment, which leads to ineffective
teaching and learning activities. Furthermore, it makes morality education and spirit of learning at
the school need to be questioned.

Based on several facts above, it is obvious that bullying among students is very dangerous. It can
cause a physical and mental health problem, quality declining in academic performance due to the
ineffective teaching and learning activities, and makes people doubt the role of the school in
educating the students.

Arti Teks Analytical Exposition tentang Bullying
1. Bahaya Bullying di Kalangan Pelajar
Bullying di lingkungan pendidikan masih sebuah hal yang umum dalam kehidupan sehari-hari.
Tindakan bullying meliputi berbagai macam perilaku buruk, termasuk kekerasan sik,
ancaman, ejekan verbal, pengucilan, dan penyebaran desas-desus terhadap sasaran yang
rentan dan biasanya berulang. Bullying di kalangan pelajar sangat berbahaya. Hal ini bisa
mempengaruhi tak hanya siswa yang terkena bullying tapi juga si pelaku, siswa yang
menyaksikan, dan sekolah sendiri sebagai sebuah lembaga pendidikan.
Anak-anak dan remaja yang terkena bullying bisa mengalami beberapa masalah mental,
seperti depresi, kecemasan, meningkatnya perasaan sedih dan kesepian, berubahnya pola tidur,
dan hilangnya ketertarikan pada aktitas yang dulu disenanginya. Masalah-masalah semacam
ini bisa terbawa hingga mereka tumbuh dewasa. Selain itu, kekerasan sik dalam bullying bisa
menyebabkan cidera sik.
Pencapaian akademis dari korban juga akan terkena dampak. Sebuah studi UCLA dari 2.300
siswa di sebelas sekolah di Los Angeles menemukan bahwa tingkat bullying yang tinggi
berhubungan dengan nilai yang rendah di tiga tahun sekolah menengah. Siswa yang dinilai
sebagai yang paling terkena bullying memiliki prestasi akademik yang jauh lebih buruk
dibandingkan dengan teman-temannya.
Korban bukanlah salah satu yang menderita dalam bullying. Sementara para korban seringkali
mendapatkan hal yang terburuk pada berbagai ukuran, si pelaku juga mengalami kesulitan.
Mereka memiliki peningkatan resiko dari masalah kesehatan mental dan cenderung
menghadapi kesulitan dalam mempertahankan hubungan baik sebagai orang dewasa. Lebih
penting lagi, pelaku bullying kemungkinan besar berperilaku kasar, terlibat pertikaian, terlibat
perusakan, penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan, serta dihukum karena terlibat kejahatan.
Siswa yang menyaksikan bullying memiliki kecenderungan yang besar untuk merasa tak aman
saat mereka berada di sekolah. Mereka juga lebih cenderung memiliki masalah mental seperti
depresi, perasaan cemas, dan trauma dari menyaksikan kejadian tersebut. Selain itu, mereka
juga beresiko tinggi menggunakan obat-obatan dan minuman keras untuk menghilangkan
stress mereka.
Terakhir, sekolah dimana tindakan bullying terjadi juga bisa mendapatkan dampaknya. Hal ini
membuat siswa tak merasa aman dan menciptakan lingkungan sekolah yang tak kondusif
yang mengakibatkan kegiatan belajar mengajar tidak efektif. Lebih jauh lagi, hal ini membuat
pendidikan moral dan semangat belajar di sekolah perlu dipertanyakan.
Berdasarkan beberapa fakta di atas, hal ini jelas bahwa bullying di kalangan pelajar sangat
berbahaya. Hal ini bisa menyebabkan masalah kesehatan sik dan mental, penurunan kualitas
dalam kinerja akademis karena tidak efektifnya kegiatan belajar dan mengajar, dan membuat
orang meragukan peran sekolah dalam mendidik siswanya.

2. Bullying and Suicidal Thought.

Bullying is being mean to another kid over and over again. Bullying often can be in forms of easing, talking about hurting someone, or attacking someone by hitting them or yelling at them. Bullying is dangerous and must be stopped.

Many kids go on to develop social anxiety and depression as a direct result of bullying.

Many of those who have been bullied have had suicidal thoughts.

People with a physical disability, are unfortunately more likely to experience bullying than a person without a physical disability.

Bullying is dangerous and might make the victim had a suicidal thoughts. Bullying is dangerous and must be stopped.

 

Arti Teks Analytical Exposition tentang Bullying

2. Bullying dan Pikiran Untuk Bunuh Diri

Bullying berarti jahat kepada anak lain lagi dan lagi. Bullying sering bisa berupa ejekan, berbicara dengan menyakiti seseorang, atau menyerang seseorang dengan memukul mereka atau berteriak pada mereka. Bullying itu berbahaya dan harus dihentikan.

Banyak anak mengalami kecemasan sosial dan depresi sebagai akibat langsung dari intimidasi.

Banyak dari mereka yang telah diintimidasi memiliki pemikiran bunuh diri.

Orang dengan cacat fisik, sayangnya lebih cenderung mengalami intimidasi daripada orang yang tidak memiliki cacat fisik.

Bullying berbahaya dan mungkin membuat korban memiliki pikiran untuk bunuh diri. Bullying itu berbahaya dan harus dihentikan.

Semoga bermanfaat.

Leave A Reply

Your email address will not be published.