Ini dia Syarat dan test menjadi Seorang Istri TNi

Tentara Nasional Indonesia (TNI)

0

Menjadi istri prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) harus menanggung konsekuensi yang tak mudah. Punya pasangan pria berseragam memang jadi impian banyak perempuan. Mereka tampak gagah dan maskulin dalam balutan baju kesatuan masing-masing. Nggak heran, ada lo yang benar-benar mencari kekasih dari kalangan pria berseragam dari angkatan bersenjata, bisa tentara atau polisi. Semuanya jadi idaman dan incaran buat dijadikan pacar hingga pasangan hidup.

Tugas pokok utama prajurit militer adalah menjaga keutuhan NKRI, yang mana tak jarang mereka harus ditugaskan menjaga perbatasan. Militer memiliki aturan ketat kedinasan, begitu juga sampai ketentuan menikah

Tapi ternyata, buat jadi istri pria berseragam khususnya tentara itu bukan perkara mudah. Dikutip dari Intisari, ada 16 berkas yang harus diurus sebelum akhirnya bisa resmi diikat dalam status pernikahan. Nggak hanya berkas aja, ada serangkaian tes yang secara umum harus dilalui sampai nanti bisa mengajukan pernikahan ke instansi terkait untuk pencatatan pernikahan secara sipil. Tes itu nggak mudah lo. Calon istri tentara harus benar-benar sehat secara mental dan fisik!

Calon istri prajurit TNI harus melengkapi berbagai syarat yang ditetapkan institusi terkait.

Nantinya istri-istri prajurit militer ini akan tergabung pada sebuah organisasi yang bernama Persit Kartika Chandra Kirana untuk TNI AD, Pia Ardhya Garini (TNI AU), dan Jalasenastri (TNI AL).
Organisasi tersebut guna menghidupkan silaturahmi antaristri anggota TNI dan pendampingan terhadap kinerja suami. Sebelum menghadap ke kesatuan, sang calon istri harus melengkapi berbagai dokumen yang cukup rumit.

Berikut adalah syarat – syarat pernikahan dengan anggota TNI sebelum menemui pejabat di kesatuan calon suami.

    1.  Surat permohonan izin nikah, surat ini diurus calon suami sebagai anggota TNI yang ditanda tangani oleh komandan kompi. Surat – surat ini sebanyak sepuluh lembar.
    2. Surat kesanggupan calon isteri yang ditandatangani bermaterai 6000 oleh calon istri yang diketahui oleh aparat desa setempat.
    3. Surat persetujuan orangtua atau wali calon istri yang ditandatangani oleh orangtua calon istri yang diketahui oleh aparat desa domisili orang tua atau wali calon istri.
    4. Surat keterangan belum menikah, surat ini diketahui oleh aparat desa setempat atau KUA setempat.
    5. Surat keterangan menetap orang tua, orang tua calon istri diketahui oleh aparat desa dari domisili orang tua atau wali.
    6. urat bentuk sampul D, surat ini dapat diperoleh dari kodim atau koramil yang berada pada tempat domisili calon istri dan orang tua, antara lain berisikan:  Surat ditujukkan untuk Komandan Kodim, surat ditujukan ke Pasi Intel, surat ditujukan untuk Pasi Ter, dansurat ditujukan untuk Danramil. Hal ini ditujukkn untuk menyelidiki dan mencari tahu apakahan calon istri dan orang tua calon isteri pernah mengikuti gerakan atau organisasi yang melanggar persatuan dan kesatuan NKRI (Negara Keesatuan Republik Indonesia).
    7. Dokumen N1 untuk menyatakan surat akan menikah yang ditandatangani orangtua dan istri serta diketahui oleh aparat desa.
    8. Dokumen N2 untuk menyatakan asal–usul calon istri dan orangtua yang diketahui aparat desa setempat.
    9. Dokumen N4 untuk menyatakan keterangan tentang orangtua calon istri yang diketahui oleh aparat desa setempat.
    10. Surat Pernyataan dari calon istri dan calon suami yang diketahui oleh aparat desa setempat.
    11. SKCK calon istri dan kedua orang tua.
    12. Ijazah pendidikan terakhir calon istri.
    13. Akte kelahiran calon suami dan calon istri.
    14. Foto copy KTP calon istri dan kedua orang tua calon isteri
    15. Pas foto gandeng 6×9 menggunakan pakaian PDH dan Persit tanpa lencana berlatar biru sebanyak 12 lembar.
    16. Pas foto calon istri 4×6 menggunakan pakaian Persit sebanyak 5 lembar.

Kemudian, harus menjalankan serangkaian test tertentu, di antaranya:

1. Pemeriksaan Litsus (Penelitian Khusus)
  • Pada tahap ini calon istri juga diuji soal pengetahuan di bidang pendidikan dan kewarganegaraan. Begitu juga soal pandangannya mengenai organisasi terlarang di NKRI, seperti PKI.
2. Pemeriksaan Kesehatan (Rikes)
  • Pemeriksaan kesehatan atau yang biasanya dilakukan di Rumah Sakit khusus TNI, di sana calon suami dan istri harus melakukan pemeriksaan dari kesehatan jantung, urin, cek darah, rontgen dada, dll.
3. Pembinaan Mental (Bintal)
  • Pada tahapan ini, calon istri dan suami harus menghadap ke Disbintal TNI untuk mendapat pembinaan sebelum menikah. Di sini calon suami dan istri dipersilakan menjawab soal kepribadian masing-masing hingga diuji pengetahuan agamanya. Biasanya petugas juga menyuruh untuk membaca ayat suci Al-quran (bagi yang beragama Islam) untuk ditinjau pengetahuan rohani. Setelah rangkaian tersebut, petugas akan memberikan ‘wejangan’ atau nasihat bagi kedua pasangan yang akan menjalani bahtera rumah tangga.
4. Menghadap ke pejabat kesatuan.
  • Setelah berbagai prosedur lengkap, calon istri dan suami menemui pejabat kesatuan institusi tempat suami bekerja untuk melaporkan syarat administrasi yang telah dilakukan.
5. KUA
  • Usai syarat lengkap dari kedinasan sang suami, baru bisa mengajukan ke KUA, menikah secara catatan sipil.

Serangkaian tes itu butuh waktu buat mempersiapkan dan juga melakukannya. Jadi, kalau mau jadi istri tentara sebaiknya persiapkan sejak jauh-jauh hari. Nggak heran sih tesnya berat, kan mendampingi suami yang merupakan tentara juga nggak gampang. Mereka adalah garis depan pertahanan Indonesia.

Dirinya benar-benar diabdikan untuk negara. Menikah dengan tentara artinya juga menikahi semua aturan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Makanya istri harus kuat secara mental, spiritual, dan juga fisik.

Semoga Bermanfaat.

Leave A Reply

Your email address will not be published.